Gresik, Dalam upaya meningkatkan kualitas lulusan dan menyesuaikan dengan standar pendidikan global, Universitas Qomaruddin (UQ) menggelar Workshop intensif mengenai Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Rancangan Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome-Based Education (OBE).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Baca Kampus Universitas Qomaruddin ini dihadiri oleh jajaran pimpinan rektorat, direktur pascasarjana, kaprodi, serta seluruh dosen di lingkungan Universitas Qomaruddin.
Fokus pada Standar Kompetensi Lulusan
Workshop ini menghadirkan pakar kurikulum pendidikan tinggi sebagai narasumber utama. Fokus utama pembahasan adalah pergeseran paradigma dari pembelajaran tradisional yang berbasis konten menuju Outcome-Based Education (OBE), yang menitikberatkan pada apa yang mampu dilakukan oleh mahasiswa setelah menyelesaikan masa studinya.
Rektor Universitas Qomaruddin dalam sambutannya menyampaikan bahwa penerapan kurikulum OBE merupakan langkah krusial bagi universitas untuk mendapatkan rekognisi internasional.
“Kurikulum berbasis OBE bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan agar lulusan Pascasarjana Universitas Qomaruddin memiliki daya saing yang kuat dan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri serta perkembangan zaman,” ujarnya.

Penyusunan RPS dan Asesmen yang Terukur
Selama workshop, para peserta diberikan pelatihan teknis mengenai:
-
Rekonstruksi Kurikulum: Menyelaraskan profil lulusan dengan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL).
-
Penyusunan RPS: Merancang strategi pembelajaran yang aktif dan partisipatif.
-
Metode Asesmen: Menentukan teknik penilaian yang objektif untuk mengukur ketercapaian kompetensi mahasiswa sesuai standar OBE.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh program studi di lingkungan Universitas Qomaruddin termasuk Pascasarjana dapat segera mengimplementasikan rancangan pembelajaran terbaru pada semester mendatang.
Komitmen Peningkatan Mutu
Direktur Pascasarjana Universitas Qomaruddin menambahkan bahwa workshop ini merupakan bagian dari rangkaian komitmen universitas dalam menjaga mutu akademik (Quality Assurance). Dengan kurikulum yang terstruktur secara OBE, proses monitoring dan evaluasi terhadap kualitas pembelajaran akan menjadi lebih transparan dan terukur.
Acara ditutup dengan sesi presentasi draft RPS oleh masing-masing program studi dan sesi diskusi panel untuk sinkronisasi kurikulum antar disiplin ilmu.

